Selasa, 24 September 2013

Lagu-lagu Pramuka


Kalau denger kata ‘pramuka’ apa yang ada di pikiran kalian?

Hmm aku mau nyoba nebak ya, pasti kalian mikirnya pramuka itu kegiatan yang isinya menantang, seru, mandiri, bikin cape, di marah-marahin iya ngga?

Wah kalau kalian berpikiran seperti itu maka kalian sudah beda pendapat sama aku. Kalian harus tau kegiatan-kegiatan asik pramuka. Kali ini saya mau ngasih bekal lagu-lagu khas pramuka. Nyanyi yuk!


LIRIK LAGU PRAMUKA SEJATI
  
Rajin Terampil dan gembira
Senantiasa praja muda karanya
sopan dan tak kenal rasa sombong
bersahaja dan suka menolong
ya .. ya .. ya.. itulah Pramuka
pramuka sejati
Sejati kata dan Prilakunya

Rajin Terampil dan gembira
Senantiasa praja muda karanya
sopan dan tak kenal rasa sombong
bersahaja dan suka menolong
ya .. ya .. ya.. itulah Pramuka
pramuka sejati
Sejati kata dan Prilakunya

  
  
Lagu : Hymne Pramuka

Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku kudharmakan
Dharmaku kubhaktikan
Agar Jaya Indonesia
Indonesia Tahah Airku
Kami jadi pandumu


Lagu : API UNGGUN

Kala senja Mulailah Tiba
Damai di hati datang
Saat berapi unggun tiba
Saat bersukaria
Kita duduk berlingkar-lingkaran
Tak ada mula akhirnya
Lingkaran Persaudaraan
Kita kuat eratkan
Hoo haiii yooo
Hoo haii iyooo
Api unggunku berkobar
Hoo haiii yooo
Hoo haiii yooo
Pramuka itu riang dan tegar
Hoo haiii yooo
Hoo haiii yooo
Api unggunku berkobar
Hoo haiii yooo
Hoo haiii yooo
Pramuka itu riang dan sabar

Reff :
Api kita sudah menyala
Api kita sudah menyala
Api Api Api Api Api
Api kita sudah menyala


Lagu : PENGGALANG BARU

Selamat datang
Penggalang baru
Selamat datang
Di pasukanku
Gembira karna
Kedatanganmu
Selamat datang
Di pasukanku


Lagu : Selamat Datang Kakak

Selamat datang kakak
Selamat datang kakak
Selamat datang kami ucapkan
Selamat datang kakak
Selamat datang kakak
Selamat datang kami ucapkan
Ya…ya…ya…ya…
Terimalah salam dari kami
yang ingin maju bersama-sama
Terimalah salam dari kami
yang ingin maju bersama-sama


Lagu : Praja Muda Karana

Praja Muda Karana
tunas muda harapan pertiwi
Kuat tahan melawan tantangan
Tak mengenal arti menyera

Praja Muda Karana
Jujur lurus mulia citanya
Teguh nyata tekadnya smangatnya
Dan baktinya, bagi bangsa

Majulah Praja Muda Karana
Maju terus bekerja berkarya
Tumbuh kuat dayanya, gunaya
Bagi bangsa Indonesia

Lagu : Apa Guna Keluh Kesah

Apa Guna Keluh Kesah (2x)
Pramuka Tak Kenal Bersusah
Apa Guna Keluh Kesah

reff:
Apa Guna Keluh Kesah…. Hey hey (2x)
Pramuka Tak Kenal Bersusah
Apa Guna Keluh Kesah …. Hey hey


Lagu : Berkemah

Kembangkan-kembangkan kemah-kemah di padang
Di bawah bentangan langit ciptaan Tuhan
Nyalakan-nyalakan api unggun yang terang benderang
Memancar rasa persaudaraan

Kibarkan-kibarkan bendera perkemahan
Di bumi persada di alam yang terbuka
Nyanyikan-nyanyikan lagu-lagu yang riang
Gembira selalu bekerja dengan senang




Wah gimana? Asik kan lagu-lagu pramuka punya. Oke sekian dulu dari saya. Kapan-kapan nyanyi bareng lagi ya.

Senin, 23 September 2013

Api Unggun

 

Api unggun adalah salah satu hal penting dalam survival ataupun berkemah ketika kita berada di hutan. Api unggun mempunyai fungsi untuk menjaga diri kita dari binatang buas, menghangatkan diri, penerang, isyarat keadaan bahaya, atau sebagai perapian untuk memasak makanan.
Berikut beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam membuat api unggun:
  • Pemilihan lokasi untuk membuat api unggun.
  • Alat dan bahan yang tersedia di sekitar tempat kita berkemah
  • Waktu yang diperlukan.
  • Arah angin, agar api unggun aman dan bertahan lama.
Untuk pemilihan tempat, hal-hal dibawah ini akan membantu anda membuat api unggun:
  • Terlindung dari angin.
  • Tempatnya kering.
  • Tersedia banyak bahan bakar yang mudah dikumpulkan.
Yang Harus Diperhatikan saat Membuat Api
Pilihlah tempat yang terlindung. Kecuali untuk keperluan sinyal atau tanda bahaya, jangan menyalakan api dibawah pohon. Bersihkan dedaunan, ranting-ranting, jamur dan rumput kering dalam radius 2 m melingkar sampai mendapatkan permukaan tanah kosong agar api unggun tidak menjalar dan membakar hutan. Jika tanah lembab atau basah, buatlah alas dari batang kayu dan lapisi dengan tanah, atau alasi dengan batu
Untuk membuat api, kita harus memahami bahwa api akan terjadi karena oleh tiga hal, yaitu: udara, panas dan bahan bakar.
Sebetulnya jika kita berada di perkotaan, membuat api bukanlah hal yang sulit di lakukan, akan tetapi jika kita berada di tengah hutan sementara alat pembuat api tidak tersedia, maka kita harus memiliki kemampuan untuk menciptakan api dari bahan-bahan yang tersedia di alam sekitar kita.
Api tersebut dibuat dari tiga material:
  • Penyala Api: material kering yang akan menyala oleh panas atau percikan api. Kita harus menyediakan material yang benar-benar kering agar api cepat menyala. Misalnya: kayu yang diserut, lumut kering, pakis mati, daun-daun kering, serbuk kayu, kain kasa, jerami, bambu serut.dll
  • Pemancing api: material ini kita persiapkan dan akan ditambahkan setelah percikan api terjadi. Material ini akan semakin meningkatkan besarnya api. Misalnya: potongan ranting, potongan kayu kecil, kulit kayu kering dll.
  • Bahan bakar: kayu, bambu, rumput kering, daun kering, kotoran hewan kering, dll.
Kadang-kadang menyalakan api unggun bisa jadi sebuah pengalaman yang benar-benar merepotkan, jika kita belum punya pengetahuan dasar dalam membuatnya. Bukannya membuat api unggun yang bertahan lama, malahan bisa jadi menghabiskan korek api atau bahan bakar. Petunjuk singkat berikut ini bisa membantu untuk membuat api unggun.
  • Sebaiknya kita membuat sebuah tempat khusus yang membatasi api unggun. Bisa dengan tumpukkan batu-batu yang mengelilingi kayu bakar, atau bisa membuat galian.
  • Kumpulkan kayu, ranting, daun, sampah yang kering dan mudah terbakar.
  • Tumpuk kayu-kayu kering yang berdiameter besar di posisi paling bawah, disusul diameter yang lebih kecil di atasnya dalam posisi saling-silang agar mudah terbakar dan udara dapat masuk melalui celah-celahnya.
  • Tutupi dengan daun-daun kering atau sampah, di atasnya secukupnya.
  • Bakarlah daun / sampah, untuk menjadi pemicu api.
  • Jika api sudah mulai membesar, tumpuklah dengan ranting-ranting kecil di atasnya
  • Perlahan-lahan pertahankan agar nyala api konstan atau bertambah besar, jangan tergesa-gesa menambahkan ranting diatasnya.
  • Jika api mati dan hanya tersisa bara, tiup-tiuplah di satu titik sampai api itu besar dengan sendirinya, kemudian tambahlah daun kering atau sejenisnya.
Berikut daftar lima jenis bentuk dan cara penyusunan api unggun :
1. Bentuk Piramida Segitiga
google image
Yang pertama adalah berbentuk piramida segitiga,
Jenis api uggun ini memiliki rongga di tengah yang bertujuan untuk tempat menempatkan bahan bakar yang mudah terbakar seoerti kapas daun kering atu minyak tanah sebagai nyala awal api.api unggun jenis ini biasanya membutuhkan pengikat dari kawat  agar tumpukan kayu tidak roboh.
2.Bentuk Piramida Bujur Sangkar
Api unggun bujur sangkar 
Yang kedua adalah Piramida bujur sangkar.
Jenis api unggun piramida bujur sangkar ini caranya penyusunan dan bentuknya sama dengan bentuk piramida segitiga,namun bentuk penyusunannya berupa kotak atau bujur sangkar semakin keatas semakin runcing serta posisi kayu di tidurkan.
3. Bentuk Pagoda Tegak

api unggun pagoda 


Jenis api unggun pagoda tegak ini adalah api unggun campuran, maksudnya kayu yang di gunakan pada penyusunan api unggn ini terdiri dari kayu kering dan kayu basah. kayu yang masih basah berfungsi sebagai gawang atau tiang penyangga kayu yang kering yang di senderkan.

Cara menyalakanya taruh serabut atau benda yang mudah terbakar pada rongga tumpukan kayu tersebut kemudian nyalakan.
4. Bentuk Pagoda Roboh
4 
Jenis yang ke empat adalah berbentuk pagoda roboh.
Jenis bentuk api unggun ini adalah bentuk yang paling sederhana karena penyusunanya sangat gampang dan cukup susun kayu bakar berjejer dan membuat linggaran dengan ujung kayu bertemu di tengah.
5 .Bentuk Kursi
google image
Bentuk api unggun yang terakhir adalah jenis kursi.
Jenis penyusunan api uggun ini gampang gampang susah karea cukup membutuhkan kesabaran dalam menyusunya.
Caranya:
Dua kayu basah dipancangkan agak berjauhan dan agak condong ke belakang. Setelah tiang pemancang api unggun sudah di buat. langkah selanjutnya adalah menyusun kayu-kayu hingga membentuk kursi. apiunggun ini di buat ketika keadan tidak memungkinkan untuk membuat jenis api unggun di ata s seperti angin bertiup sangat kencang dll.
Tips Singkat Membuat Api
Jika ingin berkemah untuk waktu yang agak lama dan tidak ingin kehilangan api unggun, cari dan susun kayu kering yang berdiamater lumayan besar di posisi paling bawah, jika kita akan tidur tambahkan selalu kayu yang berdiameter besar dan sisakan bara, agar api unggun besok pagi masih dapat menyala. Kita tinggal menambahkan ranting atau daun kering dan meniup-niup baranya.
Walaupun membuat api unggun tampak mudah, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar api unggun dapat bertahan dengan baik dan tetap terkendali.
  1. Pastikan kayu yang kamu gunakan benar-benar kering.
  2. Jangan membakar semua kayu sekaligus, tetapi harus bertahap.
  3. Perhatikan sirkulasi udara! Api membutuhkan udara untuk membesar.
  4. Jika terjadi hujan, tutupi bara api dengan semak-semak atau apapun, sehingga saat hujan reda kita dapat membesarkan api unggun itu kembali.
  5. Pastikan padamkan api unggun jika sudah tidak membutuhkannya.
Semakin kita sering menyalakan api unggun, akan semakin mahir kita melakukannya.
Jagalah Kelestarian Alam!

Rabu, 18 September 2013

Hasduk Pramuka Putri Terbaru

Hasduk (setangan leher) pramuka putri terbaru berbeda dengan pita leher yang sebelumnya dikenakan oleh anggota pramuka putri. Jika sebelumnya para pramuka putri mengenakan pita leher, seiring dengan diberlakukannya PP Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012, pramuka putri mengenakan hasduk, setangan leher, atau kacu leher yang bentuk dan ukurannya sama dengan yang dikenakan oleh pramuka putra.


Setangan leher pramuka, yang disebut juga sebagai kacu leher atau hasduk (scarf) adalah salah satu kelengkapan seragam pramuka yang juga termasuk bagian dari Tanda Umum dalam Tanda Pengenal Gerakan Pramuka. Bahkan kacu leher (scarf) telah menjadi ciri khas organisasi kepramukaan (scout) di seluruh dunia. Sering kali organisasi kepramukaan di suatu negara menggunakan warna-warna kebanggaan negaranya atau warna-warna yang diambil dari warna bendera negaranya sebagai warna hasduk. Tidak terkecuali Gerakan Pramuka yang menggunakan warna bendera Indonesia, merah putih, sebagai warna hasduknya.


Sekarang Hasduk Putra Putri Sama
Setangan leher untuk pramuka putri sama dengan putra



Semula antara pramuka putra dan putri di Indonesia mengenakan dua model hasduk yang berbeda. Pramuka putra mengenakan setangan leher berbentuk segitiga yang dilipat sedemikian rupa, sedangkan bagi anggota putri mengenakan hasduk berbentuk pita memanjang dengan warna merah di sebelah kanan dan putih di sebelah kirinya.


Namun dalam keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terkait pakaian seragam pramuka yang terbaru (SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012), perbedaan hasduk putra dan putri tersebut ditiadakan. Baik pramuka putri maupun putra kini mengenakan setangan leher yang sama yaitu setangan leher berbentuk segitiga sama kaki dengan salah satu sudut bersudut 90 derajat. Bahan dasar berwarna putih dengan sepanjang sisi kaki segitiga diberikan lis berwarna merah selebar 5 cm.




Kenapa Hasduk Putra dan Putri Harus Sama?


Kenapa antara anggota pramuka putra dan putri sekarang mengenakan hasduk atau setangan leher yang sama?. Tidak ada keterangan resmi dari Kwartir Nasional terkait perubahan hasduk pramuka perempuan menjadi sama dengan setangan leher anggota laki-laki.


Hal ini mengakibatkan munculnya berbagai dugaan di kalangan anggota. Ada sebagian pihak yang mengatakan bahwa perubahan hasduk pramuka putri lantaran mengikuti tren kepramukaan di dunia di mana antara anggota putra dan putri umumnya mengenakan setangan leher (scarf) yang sama yakni berbentuk segitiga yang digulung. Pun ada yang menduga terkait dengan keluarnya Gerakan Pramuka Indonesia dari keanggotaan WAGGGS (World Association of Girl Guides and Girl Scouts / Asosiasi Kepanduan Putri Sedunia) sejak tahun 2001.


Konon lantaran bentuk scarf pramuka purti Indonesia yang berbentuk pita, menyulitkan anggota pramuka untuk saling bertukar scarf dengan anggota pramuka dari negara lain. Banyak anggota pramuka negara lain yang enggan bertukar kacu leher (scarf) dengan anggota putri Indonesia.


Perubahan hasduk, kacu leher, setangan leher, atau scarf bagi anggota pramuka putri bagi sebagian pihak pun masih mengundang perdebatan antara pihak yang pro (mendukung) dan kontra (menolak). Tentunya dengan berbagai argumen masing-masing baik dari segi historis maupun estetika. Namun seperti umumnya sebuah perubahan, pro dan kontra adalah sebuah hal yang biasa dari sebuah dinamika organisasi, apalagi dengan lingkup wilayah dan keanggotaan semacam Gerakan Pramuka.